Loading...

Siapkan ayam pejantan utuh, bersihkan dengan baik. Letakkan ayam di dalam panci masak yang cukup besar.

Tuangkan santan segar dan air kelapa ke dalam panci hingga ayam terendam. Pastikan perbandingan santan dan air kelapa adalah 1:1.

Masukkan jahe yang sudah dimemarkan, sereh yang sudah dimemarkan, daun jeruk, dan bawang putih yang sudah dihaluskan ke dalam panci.

Tambahkan garam, penyedap rasa, dan lada putih bubuk. Aduk perlahan agar bumbu tercampur rata dengan cairan.

Tutup panci dan masak dengan api kecil selama 30 menit. Jika ingin ayam lebih empuk, bisa menggunakan teknik '5 30 7 30' (rebus 5 menit, matikan api 30 menit, rebus lagi 7 menit, matikan api 30 menit). Jika cairan menyusut terlalu banyak, tambahkan santan dan air kelapa dengan perbandingan 1:1.

Setelah ayam matang, angkat ayam dari panci. Saring kuah ayam pop untuk memisahkan bumbu aromatik (jahe, sereh, daun jeruk). Sisihkan kuah dan ayam.

Untuk sambal, panaskan minyak goreng di wajan terpisah. Tumis bawang merah, bawang putih, tomat, cabe keriting, dan cabe rawit hingga layu dan harum.

Tambahkan sekitar 100 ml kuah ayam pop ke dalam tumisan sambal. Masak sebentar hingga mendidih.

Pindahkan tumisan sambal ke dalam blender atau chopper. Haluskan hingga menjadi pasta yang lembut.

Saring sambal yang sudah dihaluskan menggunakan saringan untuk mendapatkan tekstur yang lebih halus. Bagian ampas yang tertinggal di saringan bisa ditambahkan kembali ke sambal jika ingin rasa yang lebih pedas.

Sajikan sepotong ayam pop di atas nasi hangat. Siram dengan kuah ayam pop yang kaya rasa dan sajikan sambal di sampingnya sebagai pelengkap.


Siapkan ayam pejantan utuh, bersihkan dengan baik. Letakkan ayam di dalam panci masak yang cukup besar.

Tuangkan santan segar dan air kelapa ke dalam panci hingga ayam terendam. Pastikan perbandingan santan dan air kelapa adalah 1:1.

Masukkan jahe yang sudah dimemarkan, sereh yang sudah dimemarkan, daun jeruk, dan bawang putih yang sudah dihaluskan ke dalam panci.

Tambahkan garam, penyedap rasa, dan lada putih bubuk. Aduk perlahan agar bumbu tercampur rata dengan cairan.

Tutup panci dan masak dengan api kecil selama 30 menit. Jika ingin ayam lebih empuk, bisa menggunakan teknik '5 30 7 30' (rebus 5 menit, matikan api 30 menit, rebus lagi 7 menit, matikan api 30 menit). Jika cairan menyusut terlalu banyak, tambahkan santan dan air kelapa dengan perbandingan 1:1.

Setelah ayam matang, angkat ayam dari panci. Saring kuah ayam pop untuk memisahkan bumbu aromatik (jahe, sereh, daun jeruk). Sisihkan kuah dan ayam.

Untuk sambal, panaskan minyak goreng di wajan terpisah. Tumis bawang merah, bawang putih, tomat, cabe keriting, dan cabe rawit hingga layu dan harum.

Tambahkan sekitar 100 ml kuah ayam pop ke dalam tumisan sambal. Masak sebentar hingga mendidih.

Pindahkan tumisan sambal ke dalam blender atau chopper. Haluskan hingga menjadi pasta yang lembut.

Saring sambal yang sudah dihaluskan menggunakan saringan untuk mendapatkan tekstur yang lebih halus. Bagian ampas yang tertinggal di saringan bisa ditambahkan kembali ke sambal jika ingin rasa yang lebih pedas.

Sajikan sepotong ayam pop di atas nasi hangat. Siram dengan kuah ayam pop yang kaya rasa dan sajikan sambal di sampingnya sebagai pelengkap.
